Friday, 5 June 2015

KONSEP DASAR MENYIMAK


KONSEP DASAR MENYIMAK
Dosen pengampu mata kuliah keterampilan menyimak :Marniati,M.Pd.


Disusun oleh kelompok 1 :

1.      BAIQ INDAH YUSDARANI
2.      BAIQ HARTIKA WATI
3.      EGA PATMAWATI
4.      EMA YULISTINA



PROGRAM STUDY BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)HAMZANWADI SELONG
SELONG
TA.2014/2015

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr . Wb.
            Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “KONSEP DASAR MENYIMAK” dengan lancar.
            Dalam pembuatan makalah ini ,penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Marniati,M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah keterampilan menyimak yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.     
            Penulis berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai Konsep Dasar Menyimak yang meliputi ,pengertian menyimak,hakikat menyimak,karakteristik keterampilan menyimak,tujuan menyimak dan unsur-unsur menyimak.
            Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan karena adanya keterbatasan pengetahuan dan pengalaman.Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                                                 Pancor,14 Maret 2015
                                                                                                 Penulis,







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………….……………………………………………………..1
KATA PENGANTAR…….………………………………………………………………...2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………3
BAB I.PENDAHULUAN
            A.Latar Belakang……………………………………………………….……………4
            B.Rumusan Masalah…………………………………………………………………4
            C.Tujuan……………………………………………………………………………...4
            D.Manfaat…………………………………………………………………………….5
BAB II.PEMBAHASAN
            A.Pengertian Menyimak…………………………………………….……………….6
            B.Hakikat Menyimak………………………………………………………………..7
            C.Karakteristik Menyimak…………………………………………………………8
            D.Tujuan Menyimak………………………….........……………………………….10
            E.Unsur-unsur Menyimak....................................................................................….10
BAB III.PENUTUP
            A.Simpulan………….............................................………………………………….16
            B.Saran…………….......................………………………………………………….16
DAFTAR PUSTAKA….............................................................................................………17


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi dan komunikasi baik dengan alam lingkungan dengan sesamanya maupun dengan Tuhannya.
Dalam proses interaksi dan komunikasi diperlukan keterampilan berbahasa aktif, kreatif,  produktif dan resetif apresiatif yang mana salah satu unsurnya adalah keterampilan menyimak yang bertujuan untuk menangkap dan memahami pesan ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan.
Dengan demikian menyimak sangat penting dalam proses belajar mengajar. Maka dari itu,penting bagi kita mengetahui konsep dasar menyimak yang akan dibahas , meliputi pengertian menyimak,hakikat menyimak,karakteristik keterampilan menyimak,tujuan menyimak dan unsur-unsur menyimak.

B.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian menyimak?
2.      Apa hakikat menyimak?
3.      Apa karakteristik menyimak?
4.      Apa tujuan menyimak?
5.      Apa unsur-unsur menyimak

C.     Tujuan
1.      Agar  mahasiswa dapat mengetahui pengertian menyimak
2.      Agar mahasiswa dapat  mengetahui hakikat menyimak
3.      Agar  mahasiswa dapat mengetahui karakteristik menyimak
4.      Agar mahasiswa dapat mengetahui tujuan menyimak
5.      Agar mahasiswa dapat mengetahui unsur-unsur menyimak

D.    Manfaat
1.      Mahasiswa dapat mengetahui pengertian menyimak
2.      Mahasiswa dapat  mengetahui hakikat menyimak
3.      Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik menyimak
4.      Mahasiswa dapat mengetahui tujuan menyimak
5.      Mahasiswa dapat mengetahui unsur-unsur menyimak




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Menyimak
            Ada sejumlah istilah yang terkait dengan menyimak. Istilah yang sering terdengar sehari-hari adalah mendengar dan mendengarkan. Mendengar diartikan dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga, tidak tuli (Alwi, 2001). Dalam konteks komunikasi sehari-hari, mendengar juga diartikan proses kegiatan menerima bunyi-bunyian yang dilakukan tanpa sengaja atau secara kebetulan saja. Misalnya dalam kalimat “Saat sedang belajar, saya mendengar suara langkah kaki adik masuk ke dalam rumah”.Mendengarkan diartikan oleh Alwi (2001) mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh; memasang telinga baik-baik untuk mendengar. Mendengarkan adalah proses kegiatan menerima bunyi bahasa yang dilakukan dengan sengaja, tetapi belum ada unsur pemahaman .
Menyimak merupakan kata bentukan dari kata simak. Kata tersebut sebenarnya diambil dari katasami’a-yasma’u-sam’an yang berarti mendengar. Padanan kata menyimak dalam bahasa Arab adalah kataistima’ yang berarti mendengar dengan penuh perhatian. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyimak diartikan mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau yang dibaca orang (Alwi, 2001). Kata menyimak dipungut dari bahasa Arab melalui bahasa Jawa nyemak dan jugasema’an yang lazim dipakai dalam kata sema’an Al Quran. Apabila diurutkan dari tingkatan aktivitas berfikirnya, urutan istilah tersebut adalah mendengar, mendengarkan, dan menyimak.
Berdasarkan pengertian istilah-istilah tersebut berarti tidak semua kegiatan mendengar berarti menyimak. Peristiwa mendengar biasanya terjadi secara kebetulan, tiba-tiba, dan tidak diduga sebelumnya, sedang peristiwa mendengarkan lebih tinggi tarafnya dari pada mendengar. Apabila dalam mendengar belum ada faktor kesengajaan maka dalam peristiwa mendengarkan sudah ada faktor kesengajaan, sedangkan faktor pemahaman, berfikir memahami isi simakan tidak setinggi dalam menyimak karena tujuan dalam menyimak telah ditetapkan secara jelas. 



Apabila menyimak dibandingkan dengan mendengar dan mendengarkan, menyimak  mempunyai taraf yang tertinggi. Dalam menyimak sudah ada faktor kesengajaan dan lebih tinggi lagi karena dalam menyimak terdapat faktor pemahaman, berfikir memahami isi simakan. Faktor berfikir dan memahami makna, pesan, dan gagasan merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Bahkan lebih dari itu, faktor perhatian dan penilaian selalu terdapat dalam perstiwa menyimak. Oleh karena itu, menyimak dikatakan sebagai proses yang rumit dan kompleks.
            Menyimak merupakan salah satu metode yang digunakan manusia untuk memahami sekitarnya. Melalui proses menginterpretasikan apa yang didengar dari suara di sekitarnya, manusia dapat memahami orang lain dan lingkungan. Menyimak merupakan suatu proses mengorganisir apa-apa yang didengar dan menetapkan unit-unit verbal yang berkoresponden sehingga dapat ditangkap makna tetentu dari apa yang didengar.
           
B.     Hakikat Menyimak
            Hakikat menyimak dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu menyimak sebagai alat,menyimak sebagai keterampilan, menyimak sebagai proses, menyimak sebagai respon, dan menyimak sebagai pengalaman kreatif.
1.        Menyimak sebagai Alat
Meyimak sebagai alat berhubungan erat dengan tujuan mengapa seseorang itu menyimak suatu tuturan. Tujuan menyimak adalah mendapatkan ide, fakta, inspirasi, dan alat untuk menghibur diri. Ini berarti, menyimak merupakan alat untuk menerima informasi dalam berkomunikasi.
2.        Menyimak sebagai Keterampilan
Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang sangat esesnsial. Keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai bahasa. Menyimak menjadi dasar berbicara karena berbicara diawali dengan menirukan bunyi-bunyi yang disimaknya. Bahasa yang digunakan dalam seseorang berbicara pada umumnya bahasa yang disimaknya. Keterampilan menyimak juga mejadi faktor penting bagi kesuksesan seseorang dalam belajar membaca yang juga menjadi dasar untuk keberhasilan menulis.

3.        Menyimak sebagai Proses
Menyimak adalah suatu proses besar yang meliputi :
a)      mendengarkan lambang lisan,
b)      Memahami,
c)      Menginterpretasi.
Dalam menyimak terdapat proses mental dalam berbagai tingkatan yang meliputi:
a)      Mengidentifikasi bunyi,
b)      Proses pemahaman dan penafsiran,
c)      Proses penggunaan hasil pemahaman dan penafsiran, serta
d)     Proses penyimpanan hasil pemahaman dan penafsiran bunyi.
4.        Menyimak sebagai Respon
Menyimak dikatakan sebagai respon karena respon merupakan faktor penting dalam suatu kegiatan komunikasi. Frekuensi terbesar tujuan pembicara adalah untuk memperoleh respon dari penyimak. Seorang penyimak akan memberikan respon efektif apabila dia memiliki sensori yang memadai, ketertarikan, kemampuan menafsirkan pesan, hasrat, dan kemampuan menghubung-hubungkan. Wujud respon itu bermacam-macam, dapat berbentuk anggukan atau gelengan kepala, kerutan dahi, sikap tidak setuju, atau bahkan berbentuk tindakan atau perubahan tingkah laku.
5.        Menyimak sebagai Pengalaman Kreatif
Menyimak bukan sekedar pemerolehan pengalaman secara pasif dan bukan keterampilan reseptif belaka. Menyimak merupakan keterampilan kreatif. Dalam menyimak, mula-mula seseorang menangkap bunyi-bunyi yang tertangkap oleh alat pendengarnya, menangkap kata-kata mentah, menyusunnya, menyusun bunyi yang bergelombang dan kata-kata mentah tersebut. Menyimak kreatif ini bersangkutan secara total terhadap pengalaman seseorang yang diwarnai kesenangan, kesukaran, dan kepuasan.

C.     Karakteristik Keterampilan Menyimak
            Menyimak merupakan keterampilan berbahasa reseptif lisan. Berbeda dengan membaca yang bersifat reseptif tulis, media lisan bersifat fana, begitu terdengar langsung musnah. Sebaliknya materi membaca dapat dilihat, diamati, dan dibaca berulang kali.
            Dalam menyimak, unit organisasi bahasa yang dapat ditangkap oleh seorang penyimak dalam satu unit waktu terbatas pada klausa (Machfudz, 2000). Hal ini disebabkan materi bahasa lisan bersifat fana, begitu terdengar langsung musnah. Ini berbeda dengan kegiatan membaca yang materinya berupa bahasa tulis. Unit organisasi bahasa yang bisa ditangkap oleh seorang pembaca dalam satu satuan waktu terhadap konsep adalah kalimat. Oleh karena itu, dalam menyimak sangat diperlukan kemampuan menyimak pesan secara tepat pada waktu yang tepat. Dengan memahami karakteristik menyimak yang demikian, materi simakan hendaknya bukan wacana yang panjang.
            Pemahaman terhadap teks lisan dapat dipermudah dengan adanya karakteristik-karakteristik tertentu dari bahasa lisan seperti keraguan dalam berbicara, perulangan, parafrase, menyampaikan maksud dalam unit-unit klausa, dan bukan dalam bentuk kalimat utuh, dan juga dibantu dengan isyarat-isyarat ekstralinguistik seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, dan isyarat-isyarat ekstralinguistik seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, dan isyarat-isyarat situasional (Joiner dalam Mujianto dan Gatut, 2010). Pendengar juga dapat meminta penjelasan, meminta mitra bicaranya untuk menjelaskan atau mengulang informasi untuk memfasilitasi pemahamannya terhadap bahasa lisan yang dilisankan mitra tuturnya apabila memungkinkan.
            Coakley dan Wolvin (dalam Mujianto dan Gatut, 2010) menunjukkan dalam menyimak bahasa pertama, sebanyak 93% dari total makna yang ada dalam sebuah pesan didapatkan dari isyarat-isyarat visual, seperti ekspresi wajah, postur, gerak tubuh dan penampilan dari penutur. Untuk model bahasa lisan bebas tetapi terencana didapati bahwa pemahaman terhadap bahasa lisan yang diproduksi secara bebas dan terencana ini memiliki banyak kesamaan ciri dengan pemahaman terhadap bahasa bebas spontan, tetapi ada penekanan yang lebih besar untuk menyampaikan topik tertentu, seperti misalnya kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kondisi sosial. Percakapan secara bebas terencana ini dilakukan secara kolaboratif dengan menggunakan berbagai macam fungsi bahasa (meminta informasi, mengungkapkan pendapat pribadi, menyatakan sesuatu, mengevaluasi sesuatu).
            Dari segi proses, urutan menyimak dimulai dengan menyerap rentetan bunyi bahasa melalui telinga. Melalui saraf sentrifugal, rentetan bunyi bahasa tersebut diteruskan menuju otakmenuju otak pada bagian yang disebut ”perangkat ingatan jangka pendek” untuk diproses dan dianalisis. Alat itu adalah pengetahuan bahasa dan perangkat budayanya. Apabila pemrosesan atas rentetan bunyi bahasa (unsur-unsur bahasa: gejala fonetik, kosakata, struktur) itu berhasil, berarti penyimak mengerti atau paham akan makna pesan atau isi informasi yang terkandung dalam rentetan bunyi bahasa tersebut. Selanjutnya, isi informasi atau pesan tadi disimpan dalam bagian otak yang lain yang disebut ”perangkat ingatan jangka panjang”. Oleh karena itu, yang disimpan bukan lagi rentetan bunyi bahasa atau lambang bahasa mentah, melainkan lambang bahasa yang telah terproses menjadi konsep (Soedjiatno, 1989:73—79).

D.    Tujuan Menyimak
            Secara umum, tujuan menyimak adalah untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dimaksud dapat berupa paparan ide, gagasan, pesan komunikator. Informasi dapat juga berupa peristiwa, fakta,data, dan pengetahuan lainnya. Informasi ini sangat penting agar seseorang mengetahui peristiwa yang sedang menjadi perhatian banyak orang dan kecenderungan yang sedang terjadi sehingga seseorang tidak dikatakan ketinggalan informasi. Informasi tersebut juga sangat penting sebagai bahan untuk menganalisis suatu persoalan maupun untuk mendapatkan ide. Seringkali melalui kegiatan menyimak, seseorang memiliki ide untuk ditulis.
Tujuan menyimak untuk mendapatkan informasi tersebut sangat kental pada kegiatan menyimak berita, menyimak ceramah, menyimak khutbah, menyimak dialog, menyimak wawancara, dan menyimak pidato.  Selain untuk mendapatkan informasi, menyimak juga memiliki tujuan-tujuan yang khas sesuai karakteristik wacana lisan yang disimak dan orientasi penyimaknya.
Tujuan menyimak sekunder tersebut misalnya untuk mendapatkan hiburan. Menyimak untuk mendapatkan hiburan terjadi pada kegiatan menyimak lawak, drama, atau dongeng. Dalam hal ini menyimak memiliki tujuan rekreatif. Hampir sama dengan tujuan ini adalah menyimak untuk mengapresiasi. Misalnya seorang menyimak pembacaan puisi atau nyanyian untuk mendapatkan kenikmatan melalui bait-bait puisi yang dibacakan atau dinyanyikan. Tujuan apresiatif ini dapat bergeser menjadi menyimak evaluatif apabila penyimak mendengarkan lagu dengan tujuan menganalisiskemenarikan atau kekhasannya.

E.     Unsur-unsur Menyimak
Kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang cukup kompleks karena sangat bergantung kepada berhagai unsur dasar yang mendukung. Yang dimaksudkan dengan unsur dasar ialah unsur pokok yang menyebabkan tirnbulnya komunikasi dalam menyimak. Setiap unsur merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan unsur yang lain. Unsur-unsur dasar menyimak ialah pembicara, penyimak, bahan simakan, dan bahasa lisan yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing unsur.
1.      Pembicara sebagai sumber pesan
Yang dimaksudkan dengan pembicara ialah orang yang menyampaikan pesan yang berupa infomasi yang dibutuh.kan oleh penyimak. Dalam komunikasi lisan, pembicara ialah narasumber pembawa pesan, sedang lawan bicara ialah orang yang menerima pesan (penyimak). Dalam aktivitasnya, seorang penyimak sering melakukan kegiatan menulis dengan mencatat hal-hal penting selama melakukan kegiatan menyimak. Catatan tersebut merupakan pokok-pokok pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Fungsi catatan tersebut ialah scbagai berikut:
a)      Meninjau Kembali Bahan Simakan (Reviu)
Kegiatan meninjau kembali bahan simakan merupakan salah satu ciri penyimak kritis. Pada kegiatan ini, penyimak mencermati kembali bahan simakan yang telah diterima melalui catatan seperti: topik, tema, dan gagasan lain yang menunjang pesan yang disampaikan pembicara. Di samping itu penyimak dapat memprediksi berdasarkan pesan-pesan yang telah disampaikan pembicara.
b)      Menganalisis Bahan Simakan
Pada dasarnya menyimak ialah menerima pesan, namun dalam kenyataannya seorang penyimak tidak hanya menerima pesan begitu saja, ia juga berusaha untuk menganalisis pesan yang telah diterimanya itu. Kegiatan analisis ini dilakukan untuk membedakan ide pokok, ide bawahan, dan ide penunjang.
c)      Mengevaluasi Bahan simakan
Pada tahap akhir kegiatan menyimak ialah mengevaluasi hasil simakan. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara:
1)            Kekuatan Bukti Untuk membenarkan pernyataan pembicara, penyimak
harus mengevaluasi bukti-bukti yang  dikatakan pembicara. Jika bukti-bukti itu cukup kuat, apa yang dikatakan pembicara itu benar.
2)            Validitas Alasan Jika pernyataan pembicara diikuti dengan alasan-alasan
yang kuat,  terpercaya. dan logis, dapat dikatakan bah wa alasan itu validitasnya tinggi.
3)            Kebenaran Tujuan Penyimak hurus mampu menemukan tujuan pembicara. Di samping itu, ia juga harus  mampu membedakan penjelasan dengan keterangan inti, sikap subjektif dengan sikap objektif. Setelah itu ia akan mampu mencari tujuan pembicaraan (berupa pesan).
2.      Penyimak sebagai penerima pesan
Penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas. Jika penyimak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas, ia dapat melakukan kegiatan menyimak dengan baik. Selain itu, penyimak yang baik ialah penyimak yang dapat melakukan kegiatan menyimak dengan intensif. Penyimak seperti itu akan selalu rnendapatkan pesan pembicara secara tepat. Hal itu akan lebih sempurna jika ia ditunjang oleh pengetahuan dan pengalamannya. Kamidjan (2001:6) menyatakan bahwa penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki dua sikap, yaitu sikap objektif dan sikap kooperatif.
a)      Sikap Objektif
Yang dimaksud dengan sikap objektif adalah pandanagan penyimak terhadap simakan.  Jika bahan simakan ini baik, ia akan menyatakan baik. Demikian pula sebaliknya. Penyimak sebaiknya tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal di luar kegiatan manyimak, seperti pribadi pembicara, ruang, suasana, sarana, dan prasarana.
b)      Sikap Kooperatif
Sikap kooperatif ialah sikap penyimak yang siap bekerjasama dengan pembicara untuk keberhasilan komunikasi tersebut. Sikap vang bermusuhan atau bertentangan dengan pemhicara akan menimbulkan kegagalan dalam menyimak. Jika hal itu yang terjadi, maka penyimak tidak akan mendapatkan pesan dari pembicara. Sikap yang baik ialah sikap berkoperatif dengan pembicara.
3.      Bahan simakan atau pembicaraan sebagai unsure konsep
Bahan simakan merupakan unsur terpenting dalam komunikasi lisan, terutama dalam menyima. Yang dimaksud dengan bahan simakan adalah pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep, gagasan, atau informasi. Jika pembicara tidak dapat menyampaikan bahan simakan dengan baik, maka pesdan itu tidak dapat diserap oleh penyimak yang mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam berkomunikasi. Untuk menghindari kegagalan, perlu dikaji ulang bahan simakan dengan cara berikut:
a)      Menyimak Tujuan Pembicara
Langkah pertarna penyimak dalam melakukan kegiatan menyimak ialah mencari tujuan pembicara. Jika hal itu telah dicapai, ia akan lebih gampang untuk mendapatkan pesan pembicara. Jika hal itu tidak ditemukan, ia .akan mengalami kesulitan. Tujuan yang akan dicapai penyimak ialah untuk mendapatkan fakta, mendapatkan inspirasi, menganalisis gagasan pembicara. mengevaluasi, dan mencari hiburan.
b)      Menyimak Urutan Pembicaraan
Seorang penyimak harus berusaha mencari urutan pembicaraan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan penyimak mencari pesan pembicara. Walaupun pembicara berkata agak cepat. penyimak dapat mengikuti dengan hati-hati agar mendapatkan gambaran tentang urutan penyajian bahan. Urutan penyajian terdiri atas tiga komponen, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Pada bagian pembukaan lingkup permasalahan yang akan dibahas. Bagian isi terdiri atas uraian panjang lebar permasalahan yang dikemukakan pada bagian pendahuluan. Pada bagian penutup berisi simpulan hasil pembahasan.
c)      Menyimak Topik Utama Pembicaraan
Topik utama ialah topik yang selalu dibicarakan. dibahas, dianalisis selama pembicaraan berlangsung. Dengan mengetahui topik utama, penyimak memprediksi apa saja yang akan dibicarakan dalam komunikasi tersebut. Penyimak satu profesi dengan pembicara, ia tidak akan kesulitan untuk menerka topik utama. Sebuah topik utama memiliki ciri-ciri: menarik perhatian penyimak, bermanfaat bagi penyimak, dan akrab dengan penyimak.
d)     Menyimak Topik Bawahan
Setelah penyimak menemukan topik utama, langkah selanjutnya ialah mencari topik-topik bawahan. Umumnya pembicara akan membagi topik utama itu menjadi beberapa topik bawahan. Hal itu dilakukan agar pesan yang disampaikan dapat dengan mudah dicerna oleh penyimak. Penyimak dapat mengasosiasikan topik utama itu dengan sebuah pohon besar, topik bawahan ialah dahan dan ranting pohon tersebut. Dengan demikian penyimak yang telah mengetahui topik utama, dengan mudah akan mengetahui topik-topik bawahannya.
e)      Menyimak Akhir Pembicaraan
Akhir pembicaraan biasanya terdiri atas: simpulan, himbauan, dan saran-saran. Jika pembicara menyampaikan rangkuman, maka tugas penyimak ialah mencermati rangkuman yang telah disampaikan pembicara tersebut. Jika pembicara menyampaikan simpulan, maka penyimak mencocokkan catatannya dengan simpulan yang disampaikan pembicara. Dalam hal itu perlu dicermati juga tentang simpulan yang tidak sama, yaitu simpulan yang dibuat pembicara dan penyimak. Jika pembicara hanya menyampaikan himbauan, penyimak harus memperhatikan himbuan itu secara cermat dan teliti.
4.      Bahasa lisan sebagai media
Bahasa lisan (primer) merupakan media yang dipakai untuk menyimak. Pembicara menyampaikan gagasan dengan bahasa lisan. Bahasa lisan merupakan tuturan yang disampaikan pembicara dan ditangkap penyimak melalui alat pendengaran. Untuk menyampaikan gagasan, pembicara dapat memilih kata-kata., kalirnat, lagu, gaya yang paling tepat untuk mewadahi gagasan, agar ia dapat menyampaikan gagasan. Unsur bahasa lisan yang dipergunakan dalam berkomunikasi ada dua macam. yaitu aspek linguistik dan nonlinguitik. Aspek linguistik ialah kata-kata, frase, kalimat yang diucapkan pembicara kepada penyimak. Aspek nonlinguistik sering disebut dengan istilah kinestetik. Aspek itu merupakan alat konunikasi yang dapat membantu aspek  linguistik. Tujuannya agar gagasan tersebut dapat dengan mudah diterima penyimak. Adapun aspek nonlinguistik tersebut dapat berupa:
a)      Anggukan kepala, artinya menyatakan setuju,
b)      Acungan ibu jari, artinya menyatakan pujian,
c)      Gelengan kepala, artinya menyatakan tidak setuju,
d)     Gerakan alis ke atas. artinya tanda kurang setuju atau kurang benar,
e)      Membungkukkan badan, artinya tanda menghormati dan lain sebagainya
                   Aspek kinestetik dapat membantu untuk memperjelas kalimat-kalimat yang diucapkan pembicara. Aspek kinestetik sangat bermanfaat bagi penyimak. Penyimak harus mengerti dan memahami bentuk-bentuk linguistik dan nonlinguistik dalam berkomunikasi lisan, agar mereka dapat menyerap makna komunikasi tersebut dan dapat menangkap pesan yang disampaikan pembicara.  


















BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Menyimak merupakan suatu proses mengorganisir apa-apa yang didengar dan menetapkan unit-unit verbal yang berkoresponden sehingga dapat ditangkap makna tetentu dari apa yang didengar.
Hakikat menyimak dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu menyimak sebagai alat,menyimak sebagai keterampilan, menyimak sebagai proses, menyimak sebagai respon, dan menyimak sebagai pengalaman kreatif.
Terdapat karakteristik-karakteristik tertentu dari bahasa lisan seperti keraguan dalam berbicara, perulangan, parafrase, menyampaikan maksud dalam unit-unit klausa, dan bukan dalam bentuk kalimat utuh, dan juga dibantu dengan isyarat-isyarat ekstralinguistik seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, dan isyarat-isyarat ekstralinguistik seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, dan isyarat-isyarat situasional (Joiner dalam Mujianto dan Gatut, 2010).
Secara umum, tujuan menyimak adalah untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dimaksud dapat berupa paparan ide, gagasan, pesan komunikator. Informasi dapat juga berupa peristiwa, fakta,data, dan pengetahuan lainnya. Informasi ini sangat penting agar seseorang mengetahui peristiwa yang sedang menjadi perhatian banyak orang dan kecenderungan yang sedang terjadi sehingga seseorang tidak dikatakan ketinggalan informasi.

B.     Saran
Penulis menyadari akan kekurangan dalam makalah ini.Jadi,agar makalah ini dapat  bermanfaat bagi mahasiswa atau pembaca,maka penulis harapkan kritik yang membangun dari anda sekalian, untuk penulis lebih bisa baik dan sempurna lagi dalam pembuatan makalah ini selanjutnya







DAFTAR PUSTAKA

Tarigan,Henry Guntur.1986.Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung:FKSS-IKIP
http://reus-sandro1.blogspot.com/2011/11/konsep-dasar-menyimak_30.html(diunduh pada hari sabtu,14 Maret 2015)

https://rinastkip.wordpress.com/2012/11/14/bahan-kuliah-makalah-keterampilan-dasar-dalam-menyimak-2/(diunduh pada hari sabtu,14 Maret 2015)

PBSI STKIP HAMZANWADI SELONG : PERBEDAAN IDIOM DAN KATA MAJEMUK

MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
“PERBEDAAN KATA MAJEMUK DENGAN IDIOM”
Dosen pengampu mata kuliah MORFOLOGI :  Muh.Ardian Kurniawan,M.A.


Disusun oleh  :

BAIQ INDAH YUSDARANI                      14450001/II-A






PROGRAM STUDY BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)HAMZANWADI SELONG
SELONG
TA.2014/2015

Perbedaan Kata Majemuk dengan Idiom
Perbedaan antara idiom dan kata majemuk dapat digambarkan dengan formula sebagai berikut.
Idiom              : A  +  B   menimbulkan makna C
Kata Majemuk :  A  +  B  menimbulkan makna AB
Bentuk kata majemuk dan idiom hampir sama.Keduanya sama-sama terdiri atas kelompok kata,artinya unsure-unsur pembentuknya lebih dari satu,paling tidak terdiri atas dua morfem atau dua kata. Kata majemuk dan idiom juga sama-sama menghasilkan makna yang baru.
Bedanya ,kata majemuk merupakan gabungan kata yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna tetapi maknanya masih dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan.Misalnya , bentuk kata “kamar tidur”  yang bermakna kamar tempat  tidur , walaupun kamar tidur tidak selalu digunakan  untuk tidur ,tapi makna katanya masih berhubungan dengan kata “tidur”.Selain itu , bentuk kata “terjun dan payung” dapat digabungkan menjadi terjun payung. Makna gabungan terjun payung itu masih dapat ditelusuri dari makna bentuk terjun dan payung, yaitu ‘melakukan terjun dari udara dengan memakai alat semacam payung’.
 Sedangkan , idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya. Ungkapan atau idiom unsur-unsur pembentuknya telah kehilangan makna leksikalnya. Makna leksikal adalah makna dasar sebuah kata yang sesuai dengan kamus. Makna leksikal juga dapat disebut juga makna asli sebuah kata yang belum mengalami afiksasi (proses penambahan imbuhan) ataupun penggabungan dengan kata yang lain.Misalnya ,bentuk kata “panjang tangan”  bukan berarti tangan yang panjang ,melainkan bermakna suka mencuri. Begitu pula dengan kata kembang desa, bukan berarti adalah bunga yang tumbuh didesa, melainkan kembang yang melambangkan seorang gadis. Jadi ,kembang desa bermakna gadis yang paling cantik pada desa atau daerah itu. Bentuk kata “panjang tangan” dan “kembang desa” termasuk idiom , karena makna katanya tidak bisa ditelusuri dari kata pembentuknya atau menyimpang terlalu jauh dari makna  penyusunnya.Namun, perlu dicatat   makna idiomatic ini baru jelas apabila berada dalam konteks kalimatnya(Chaer;2008).Karena bisa juga kata panjang tangan dan kembang desa digolongkan kata majemuk,karena makna katanya bisa ditelusuri dari kata pembentuknya.Sehingga konteks kalimat berperan penting dalam menentukan  makna kata,apakah kata tersebut termasuk idiom atau  kata majemuk.           
.Contoh kalimat :
§  Kata panjang tangan è  - Orang itu sangat panjang tangannya (Bermakna denotative atau makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut). Dari bentuk kata panjang tangan dalam konteks kalimat ini merupakan bentuk kata majemuk,karena maknanya masih dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan.
- Orang yang panjang tangan akan disiksa diakhirat (bermakna konotatif atau bukan makna sebenarnya,maksudnya makna konotatif adalah arti kiasan, pinjaman rekaan atau arti tidak sebenarnya).Dari bentuk kata panjang tangan dalam konteks kalimat ini merupakan bentuk kata idiom, karena maknanya tidak dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan.
§  Kata kembang desa è  - Bunga itu tumbuh di desa. (Bermakna denotative atau makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut). Dari bentuk kata kembang desa dalam konteks kalimat ini merupakan bentuk kata majemuk,karena maknanya masih dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan.
- Gadis itu menjadi kembang desa di desanya. (bermakna konotatif atau bukan makna sebenarnya,maksudnya makna konotatif adalah arti kiasan, pinjaman rekaan atau arti tidak sebenarnya).Dari bentuk kata kembang desa dalam konteks kalimat ini merupakan idiom, karena maknanya tidak dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan.
Kesimpulannya , Perbedaan antara idiom dan kata majemuk dapat digambarkan dalam table berikut.
No
Sudut Pandang
Kata Majemuk
Idiom
1
Jenis morfem
Bisa salah satu konstituennya berupa morfem terikat.Misalnya , kata “berpangku tangan” .Pada kata “berpangku” dilekati imbuhan ber- atau morfem terikat dan kata “tangan” tidak dilekati morfem terikat.
Terdiri dari morfem bebas seluruhnya.
Misalnya, kata “gigit jari” .Kata gigit dan jari merupakan morfem bebas ,karena dapat berdiri sendiri atau tidak dilekati morfem terikat.
2
Makna
Membentuk makna baru denotatif
Membentuk makna baru konotatif
3
Tataran
Morfologis(mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata)
Semantik(pembelajaran tentang makna).


DAFTAR PUSTAKA
Chaer,Abdul.2008.Morfologi Bahasa Indonesia:Pendekatan Proses.Jakarta:Rineka Cipta.
Sutawijaya,Supriyadi,Saadie , & Sulistiani .1996.Morfologi Bahasa
Indonesia.Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0CCIQFjAB&url=http%3A%2F%2Fwww.hanyacontoh.com%2F2014%2F08%2Fcontoh-kalimat-dengan-makna-denotatif-dan-konotatif.html&ei=rTleVY6CCI6fuQSXy4PACw&usg=AFQjCNEWHfMv9PXGeY7gjXHN_bnuYi_6UQ&sig2=yIF5RtNTnhtiaO3lkT1N3w(diunduh hari kamis , 21 mei 2015).

Monday, 6 October 2014

PUISI

KETAKUTAN


By: Baiq Indah Yusdarani

Dalam kehidupan yang singkat ini
Tak banyak kurasakan kebahagiaan hidup
Seperti kebanyakan orang alami
Hari-hariku dipenuhi bayang-bayang ketakutan
Untuk melangkah lebih maju menjalani hidup yang kejam ini
Orang tua ku tak pernah lelah menasehatiku
Untuk meninggalkan jiwa yang penuh rasa takut ini
Namun nasihat-nasihat yang tertuju untuk ku
Tak satu pun bisa merubahku
Kini Bayang-bayang ketakutan itu
Terus menggerogotiku tanpa belas kasih
 Sekarang aku mulai terkucilkan dalam kehidupan
Aku tak punya banyak teman
Aku tak punya sahabat
Dan tak sedikit orang-orang terdekatku
Mulai menjauh … menjauh dari hidupku
Kini setiap langkah ku rasakan sepi
Sepi yang luar biasa
Yang perlahan-lahan mencabik-cabik diri ini
Hidup ini mulai kurasakan tak berguna
Dalam kamar kecil ku selalu merenungi
Setiap peristiwa yang terjadi padaku
Ku menangis tak bersuara
Tanpa seorang pun tau kesedihanku
Dalam  tangisan ku terselip permintaan
Agar Tuhan segera mencabut nyawa ini
Karena aku telah lelah meratapi diri yang menyedihkan ini

Yang tak pernah bisa melawan ketakutan 

Tuesday, 26 August 2014

masker alami penghilang jerawat



buah pisang mengandung potasium, besi, kalsium, protein, fosfor, vitamin A, vitamin C dan vitamin B.
Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga bisa membantu merawat berbagai jenis kulit dengan mengolahnya menjadi masker,terutama bagi anda yang memiliki kulit wajah berjerawat, masker alami ini adalah pilihan yang tepat untuk menghilangkan jerawat yang tetunya sangat mengganggu penampilan anda.Cara membuatnya cukup dengan menghaluskan  pisang secukupnya saja dan tambahkan satu sendok madu .Madu berkasiat untuk melembutkan kulit wajah dan membantu mengurangi iritasi pada wajah.Penggunaan masker alamiini secara rutin bisa membantu mencerahkan dan melembutkan kulit wajah dengan cepat .
Cara menggunakan masker pisang ini sangatlah mudah yakni;
*bersihkan wajah
*oleskan pada seluruh bagian wajah
*tunggu hinnga kering atau sekitar 30 menit 
*bersihkakn dengan air bersih



Monday, 25 August 2014

50 BAHAN KIMIA BERBAHAYA yang sering digunakan pada produk kecantikan

Telitilah sebelum membeli produk kecantikan ,,,

lihatlah ingredient/komposisi produk yang akan anda beli ,, ! apakah ada kandungan zat kimia berbahaya atau tidakk ,,, jika ada ,, urungkan niat anda untuk membeli produk tersebut walau produk tersebut merupakan produk terkenal dan mENCANTUMKAN BPOM 

Berikut beberapa bahan kimia yang perlu diwaspadai dan banyak terdapat dalam kosmetik :

1. Anti Bakteri
Antibakteri seperti triclosan banyak sekali digunakan pada berbagai macam produk seperti sabun, deodoran, pasta gigi, dll. Anda perlu berhati-hati dalam menggunakannya karena sifatnya yang mudah diserap oleh kulit dan diketahui beracun atau karsinogenik di alam. Penelitian menunjukkan bahwa antibakteri dapat mengganggu fungsi testosteron pada sel dan dapat merusak beberapa bakteri yang baik, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi tertentu.

2. Butil Asetat
Butil asetat merupakan bahan yang biasa digunakan dalam penghalus kuku dan poles kuku. Penggunaan butil asetat yang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan retak atau kulit kering. Selain itu, terlalu banyak menghirup uap butyl asetat dapat menyebabkan pusing atau ngantuk.

3. Kationik Surfaktan
Kationik Surfaktan adalah bahan kimia yang digunakan dalam Conditioner rambut atau pelunak yang memiliki muatan listrik positif. Ketika digunakan secara teratur, Kationik Surfaktan dapat merusak rambut dan membuat mereka kering dan rapuh. Alih-alih mendapatkan rambut indah, rambut akan menjadi rusak apabila terlalu sering digunakan.

4. Coal Tar
Coal Tar (tar batubara) merupakan bahan kimia berbahaya lainnya yang umum digunakan di banyak-ketombe dan krim anti anti-gatal. Ditemukan bahwa bahan kimia ini bersifat carcinogenic ketika masuk di bawah kulit.

5.DEA – diethanolamides2. MEA – monoethanolamides3. TEA – triethanolamides4. MIPA – monoisopropanolamides5. PEG or ethoxylated alkyloamidesTidak termasuk toxic, tetapi bisa terkontaminasi dengan nitrosamines. ‘ Nitrosamines dianggap bisa menyebabkan kanker. Bahan kimia lainnya yang bisa terkontaminasi oleh nitrosamine: Cocoyl Sarcosine, 2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol, Imidazolidinyl Urea, Hydrolysed Animal Protein, Lauryl Sarcosine, Quaternium-7, 15, 31, 60, etc, Sodium Lauryl Sulfate, Ammonium Lauryl Sulfate, Sodium Laureth Sulfate, Ammonium Laureth Sulfate and Sodium Methyl Cocoyl Taurate.

6. Formaldehida
Formaldehida adalah salah satu bahan kimia berbahaya lain yang umum digunakan dalam sabun mandi bayi, poles kuku, perekat dan pewarna rambut bulu mata.Jika terus digunakan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan sistem kekebalan tubuh, iritasi pernafasan dan bahkan kanker.

7. Merkuri
Zat Merkuri (raksa) banyak ditemukan di produk kecantikan yang fungsinya memutihkan kulit. Banyak juga ditemui pada produk seperti mascaras. Penggunaan bahan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti alergi, iritasi kulit, kerusakan saraf, dll.

8. Partikel Nano
Partikel Nano khususnya zinc oxide dan titanium dioxide biasanya digunakan dalam lotion tabir surya dan krim. Partikel ini dengan mudah dapat menembus kulit dan menghancurkan sel-sel otak.

9. Petroleum Distillates
Bahasa lainnya parafin cair adalah produk yang berasal dari destilasi minyak bumi. Banyak digunakan dalam banyak kosmetik seperti mascaras, bubuk bau kaki, dll. Sifatnya carcinogen bagi tubuh manusia.

10. Talc
Talc merupakan bahan kimia beracun yang digunakan dalam kosmetik seperti eye shadow, blush, deodoran, sabun, dll untuk menyerap kelembaban. Zat bersifat sebagai karsinogen manusia dan juga diketahui menyebabkan kanker ovarium dan tumor paru-paru.
11.Aluminum – Bahan dari Metallic yang biasanya digunakan pada produk antiperspirants dan antiseptic. Beberapa ilmuwan telah menemukan hubungan antara aluminum dan kanker payurada. Jika digunakan pada antiperspirants bisa mengakibatkan tersumbatnya pori-pori kulit. Akibatnya, kulit tidak bisa mengeluarkan racun secara alami dan bahan berbahaya akan tersimpan ke sel lemak terdekat seperti payudara bahkan otak kita. Bahan ini bahkan juga diketemukan ada hubungannya dengan penyakit Alzheimers. Untuk amannya, jika Anda membutuhkan deodorant, pilih yang aluminum free, paraben free. Untuk lotion, biasanya aluminum dicantumkan dengan nama Magnesium Aluminum Silicate atau nama lainnya. Aluminum dan turunannya, juga berbahaya untuk jaringan syaraf otak manusia.

12.Alcohol – Asalnya dari fermentasi gula dari tanaman alami, tetapi untuk penggunaan di kulit mengakibatkan berbagai efek negatif, seperti mengikis lapisan minyak alami kulit, membuka lapisan Acid Mantle (lapisan asam kulit) dan menyebabkan kulit kita lebih rentan terkena bakteri, jamur, virus, zat karsinogenik/carcinogen (penyebab kanker), juga toxin-racun dari lingkungan. Alcohol juga membuat kulit menjadi lebih kering. Selain alcohol alami, alcohol juga terbuat dari propylene atau turunan minyak bumi, yang satu ini bahkan bisa menyebabkan munculnya bintik-bintik coklat dikulit dan tanda-tanda penuaan dini.
13.Aminomethyl Propanol – sebagai pengatur PH pada produk. dikategorikan sedikit berbahaya.
14.Animal Testing and Products – Yang satu ini saya tidak bisa bertoleransi. Sangat kejam jika mengujicobakan produk pada hewan! Produk yang berasal dari hewan juga seringkali caranya adalah dengan membunuh mereka!! (jangan disamakan dengan Anda makan Ayam, Kambing, Sapi, Ikan)!
15.Glycerine – Terdapat 2 jenis, yang dari tanaman dan dari hewan, bisa juga alami dan bisa gliserin sintetis. Gliserin alami bisa juga berasal dari proses pembuatan sabun, seperti disabun Ecocare. Selalu pastikan gliserin diproduk Anda adalah yang dari tanaman. Karena gliserin yang berasal dari hewan atau sintetis bisa menyebabkan berbagai macam efek samping seperti iritasi. Collagen yang terkandung dalam gliserin yang berasal dari hewan bisa menyebabkan kulit susah bernafas dan meregenerasi sel secara alami. Gliserin dari hewan juga memiliki hormon dari ternak yang biasanya penuh dengan suntikan hormon pertumbuhan, antibiotik dll, yang akhirnya akan kita serap juga lewat gliserin dari hewan yang terkandung pada produk.

16.Cholesterol juga adalah produk dari hewan. Bahan satu ini sulit untuk dimasuk ketubuh, jika sudah masuk ketubuh, kolesterol akan menyumbat arteri. Anda pasti sudah tahu banyak tentang kolesterol.
17.Gelatin – produk dari hewan, yang bisa menimbulkan alergi pada manusia. berasal dari bagian mana-mana saja dari hewan dan dari hewan apa saja. Gelatin adalah protein yang ada di connective tissue pada hewan
18.Borax (Na2B4O7) – Ada yang mengkategorikan Borax aman untuk digunakan pada produk perawatan tubuh, kosmetik bahkan pada makanan sebagai pengawet alami (karena borax memang dari mineral bumi yang terbuat dari boron, sodium, udara dan air), tetapi belum tentu semua mineral itu aman. Misalnya minyak bumi, mineral juga kan? alami kan? tapi apa aman untuk dikonsumsi oleh manusia? kenyataannya malah menyebabkan berbagai macam efek negatif termasuk menjadi penyebab kanker. Pemakaian borax pada produk perawatan tubuh, kecantikan, bisa menyebabkan kulit teriritasi. Diketemukan hubungan antara Borax dan kanker, masalah ginjal, kemandulan, dan cacat lahir. Borax hanya saya sarankan aman sebagai produk pembersih dan pestisida alami. Karena lebih ramah lingkungan dari bahan pembersih dan pestisida sintetis lainnya. Sinonim BoraxSodium borate decahydrate, Sodium tetraborate decahydrate, Sodium biborate, Sodium pyroborate .

19.Butylated hydroxianisole (BHA)/Butylated hydroxytoluene (BHT)- ” adalah antioxidan sintetis, diketemukan menjadi penyebab kanker pada manusia, juga menyebabkan hyperactifitiy dan gangguan pada perilaku anak. Selain itu bisa menyebabkan alergi kulit dan mengiritasi mata. http://www.earthtobody.ca
20.Ceteareths – Berpotensi terkontaminasi oleh zat penyebab kanker.
21.Color/Pewarna sintetis – FD&C Blue 1 and FD&C Green 3 (termasuk kategori karsinogenik), FD&C Red 33, FD&C Yellow 5, FC&C Yellow 6 (menyebabkan kanker). Pewarna dari Crayon mengandung toxin, Pewarna makanan mengandung paraben sebagai pengawet.

22.Disodium EDTA – termasuk toxin cytotoxic dan genotoxic, tetapi bukan karcinogenik.b
23.Distearyldimonium Chloride- Berbahaya untuk lingkungan, juga pada manusia, terutama mata, kulit, paru-paru.
24.Essential oil -Pemakaian Essential Oil tertentu harus diperhatikan, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.
Ethylene/Acrylic Acid Copolymer- Berbahaya pada manusia, termasuk karsinogenik, menyebabkan masalah pada alat reproduksi, perkembangan tubuh, jaringan saraf.


25.Farnesol – menyebabkan iritasi kulit.
26.Fragrance (parfum/pengharum)- “Phthalates, terbukti menyebabkan cacat lahir, masalah reproduksi, mengiritasi kulit, sakit kepala, pusing, mual, masalah pernafasan. Pilihan pengharus paling baik adalah yang berasal dari essential oil dan rempah-rempah alami. Banyak laporan kesehatan yang ada kaitannya dengan parfum bisa Anda baca diwww.health-report.co.uk.
27.Glyceryl Oleate- berbahaya pada manusia, mengandung karsinogenik, penyebab masalah reproduktif, neurotoxic, termasuk berbahaya bagi lingkungan (terutama air).
28.Glycols – Propylene glycol ada yang mengkategorikan aman, ada yang tidak aman. Yang pasti kami tidak memakainya. Berbagai jenis Glycols diantaranya: propylene glycol; glycerin;ethylene glycol;carbitol; diethylene glycol. Beberapa jenis glycol menyebabkan masalah reproduksi, cacat lahir, kerusakan ginjal, kelainan pada liver. Hindari glycol yang mengandung methyl diantaranya : EGPE, EGME, EGEE, DEGBE, PGME, DPGME.
29.Lanolin – bahan satu ini sebenarnya alami, karena berasal dari hewan domba. Tetapi kimia yang digunakan untuk menghasilkan dan memproses lanolin ada yang berbahaya ada yang tidak, untuk lanolin, sebaiknya sama seperti glyserin, pastikan dari ternak organik atau diproses secara tradisional.

30.Laureths- hampir selalu mengandung karsinogenik. nama lainnya 1,4-dioxane and ethylene oxide.
31.Methylisothiazolinone dan Methylchloroisothiazolinone – digunakan sebagai antimicroba yang menyebabkan iritasi pada kulit. Juga berpotensi membahayakan kerusakan jaringan otak pada manusia
32.Natural Preservatives (pengawet alami) – harus digunakan dengan komposisi/jumlah yang tepat, karena bisa mengiritasi kulit.
33.Nuts Oil (minyak dari kacang) hati-hati untuk yang alergi dengan kacang-kacangan, terutama tidak untuk bayi.
34.Oxybenzone- Biasanya terdapat pada produk sunscreen. termasuk photo carcinogen.
35.Petro-products (turunan minyak bumi)-”seperti mineral oil, petrolatum and ceresin (wax) (bVaseline, petroleum jelly, or paraffin jelly). Semua berasal dari turunan minyak bumi (sumber yang tidak bisa diperbaharui). Efek sampingnya menutupi pori-pori kulit, penuaan dini, dll.
36.Polyacrylamide – Bahan satu ini termasuk sangat berbahaya, mungkin termasuk karsinogenik, mengiritasi kulit dan sistem pernapasan. Membahayana lingkungan termasuk udara, air dan tanah. Membahayakan hewan darat dan air.
37.Polyethylene- (PEG) – termasuk turunan minyak bumi, menyebabkan penuaan dini.
38.Preservatives (pengawet) – “Parabens termasuk (methylparaben, ethylparaben, propylparaben, butylparaben, isobutylparaben, isopropylparaben, and benzylparaben). Menyebabkan iritasi kulit dan diklasifikasikan sebagai kimia berbahaya. Sampai saat ini masih banyak perdebatan tentang hubungan paraben terhadap kanker payudara. Paraben termasuk estrogen lemah. Tetapi seperti Anda tahu, terlalu banyak zat estrogen terutama pada wanita menyebabkan kanker, masalah pertumbuhan dan puber dini (pada laki-laki, menjadi lebih feminin dan muncul payudara yg lebih besar dari laki-laki normal).
40.Iodopropynyl Butylcarbamate- berbahaya terhadap proses reproduksi, perkembangan fetus, neurotoxic, liver, pencernaan,. Sebaiknya bahan formaldehyde selalu dihindari (termasuk carcinogenic oleh EPA). bahan yang mengandung formaldehyde: bronopol (2-brono-2-nitropropane-1,3-diol);diazolidinyl urea;DMDM hydantion;imidazolidinyl urea;quaternium 15.” Pengawet berbahaya lainnya adalah Sodium Hydroxymethylglycinate Imidazolidinyl urea and DM hydantoine (Germall Plus, Germall II and Germal 115) Glucono Delta-Lactone, Sodium Benzoate and Calcium Gluconate. ” Beberapa dari pengawet diatas adalah hasil modifikasi dari produk alami, yang efek sampingnya mulai dari yang hanya mengiritasi hingga karsinogenik.
41.Phenoxyethanol ada hubungannya dengan kanker, kerusakan organ, sistem saraf, dll. Bahan ini juga termasuk dalam pengawet Opthiphen Plus yang dikategorikan aman.
Saccharomyces/Zinc Ferment and Saccharomyces/Magnesium Ferment – masih diperdebatkan efek terhadap penuaan dini dan iritasi kulit.
Silicone derived emollients – “mengiritasi kulit, diduga sebagai penyebab tumor, terakumulasi pada liver. Tidak baik untuk lingkungan “non-biodegradable” Nama lain yang bisa Anda temukan diantaranya: Dimethicone, Dimethicone Copolyol, Dimethiconol, Cyclomethicone, dll.
42.Sodium Hydroxide – “biasanya digunakan sebagai alkali, pembersih, pasta gigi, cream. Menyebabkan kerusakan paru-paru, meningkatkan resiko terkena kanker tenggorokan.
Benzophenones (benzophenone-3, homosalate, dan octy-methoxycinnamate (octinoxate) termasuk estrogenic. Biasa diketemukan di produk sunscreen/lotion/balm yg mengandung SPF.
Padimate-O and Parsol 1789 merupakan zat kimia yang berpotensi mengubah dan merusak DNA ketika terpapar matahari.
43. PETROLATUM
Hindari petrolatum atau parfum berbahan petrolatum, karena ini merupakan sebuah byproduct dari produksi minyak bumi atau bensin.
44. PROPYLENE GLYCOL
Idealnya, ini adalah gliserin sayuran yang dicampur dengan alkohol yang terbuat dari gandum. Propylene Glycol ditemukan pada beberapa produk kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Bahkan penelitian terakhir menunjukan bahwa zat ini juga dapat merusak ginjal dan hati.
45. PVP/VA COPOLYMER
Zat kimia yang hasil keluaran minyak bumi ini digunakan pada produk hairspray dan kosmetik lainnya. Dianggap dapat beracun, karena partikel-partikelnya dapat menyebabkan masuknya benda asing pada paru-paru orang sensitif.
46. STEARALKONIUM CHLORIDE
Stearalkonium klorida dikembangkan oleh industri kain sebagai pelembut kain. Namun, zat kimia ini juga terkandung dalam kondisioner dan krim rambut. Bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi.
47. SODIUM LAURYL SULFATE (SLS)
Zat sintetis ini biasanya digunakan pada produk sampo untuk membersihkan dan menciptakan banyak busa. Efek yang ditimbulkan zat ini adalah iritasi pada mata, ruam kulit, rambut rontok, ketombe pada kulit kepala dan reaksi alergi. Sering kali kandungan zat ini disamarkan dalam pseudo-kosmetik alami dengan penjelasan dalam tanda kurung “berasal dari kelapa.”
48. SYNTHETIC COLORS
Bahan sintetis warna diyakini sebagai penyebab kanker. Jika dalam produk kosmetik tertera kandungan ini, jangan sekali-kali menggunakannya.
49. SYNTHETIC FRAGRANCES

Wewangian sintetis yang digunakan dalam produk kosmetik mengandung sebanyak 200 zat kimia berbahaya. Bila Anda menggunakan produk wangi maka semua bahan kimia berbahaya bisa diserap dalam aliran darah melalui kulit. Bahan kimia ini dapat mengakibatkan efek samping seperti sakit kepala, pusing, ruam, hiper-pigmentasi, kekerasan batuk, muntah dan iritasi kulit.

50. TRIETHANOLAMINE
Sering digunakan dalam kosmetik untuk mengatur PH dan sebagai dasar bagi banyak produk pembersih. TRIETHANOLAMINE dapat menyebabkan reaksi alergi, termasuk masalah mata dan kekeringan pada rambut dan kulit. Bisa beracun jika diserap ke dalam tubuh dalam jangka waktu yang panjang.